Maret 09, 2016
0
KESEHATAN - Beberapa hari terakhir ini seperti terdengar dengungan di dalam kepala yang cukup mengganggu. Gabungan antara musik keras, mesin pesawat sampai terkadang serasa kepala mau meledak. Belum sempat ke dokter sih, lagi banyak keperluan yang harus diselesaikan. Jadi untuk sementara browsing internet untuk mengantisipasi barangkali ada pertolongan pertama yang bisa dilakukan sendiri di rumah.
suara berdenging di kepala atau telinga
Ilustrasi: Suara mengganggu di kepala (infomedan.net)

Klik Dokter menyatakan bahwa dengungan tersebut bukanlah penyakit, hanya gejala jadi harus dicari penyebabnya. Disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis THT. Berikut kutipannya:
Tinitus adalah suara berdenging atau berdengung, atau jenis suara lain yang berasal dari kepala atau telinga tanpa keterlibatan sumber eksternal. Tinitus bukanlah penyakit namun gejala, dan sebaiknya segera dicari penyebabnya. Terdapat dua jenis tinitus, yaitu yang subjektif dan objektif. Tinitus subjektif berarti tinitus yang hanya dapat didengar oleh penderita sendiri. Penyebabnya adalah kelainan pada telinga bagian luar, dalam, dan tengah. Tinitus ini juga dapat disebabkan oleh gangguan pada saraf-saraf pendengaran di otak. Sedangkan yang objektif dapat di dengar juga oleh dokter yang memeriksa. Tinitus jenis ini jarang ditemukan, dapat disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, gangguan tulang telinga dalam, atau gangguan pada otot.

Penyebab yang umum ditemukan pada tinitus adalah kerusakan sel telinga dalam. Rambut-rambut kecil pada telinga bagian dalam bergerak tergantung tekanan gelombang suara. Gerakan ini menstimulasi sel-sel telinga untuk mengeluarkan sinyal listrik melalui saraf dari telinga (saraf auditori) ke otak. Otak akan menginterpretasi sinyal-sinyal ini sebagai suara. Jika rambut-rambut pada telinga bagian dalam tersebut rusak, mereka dapat “membocorkan” impuls elektrik yang tidak beraturan, sehingga menyebabkan tinitus. Kerusakan rambut-rambut ini dipengaruhi oleh usia dan adanya paparan terhadap suara yang keras dalam jangka waktu lama (MP3 player, konser musik), dan paparan terhadap beberapa obat tertentu (aspirin, NSAIDs, diuretik).

Penyebab lain dari tinitus adalah:

  • Adanya kotoran terlalu banyak dalam telinga,
  • Perubahan pada tulang telinga bagian tengah,
  • Meniere’s Disease (kelainan pada telinga dalam karena tekanan cairan atau komposisi telinga dalam),
  • Trauma pada kepala atau telinga (mempengaruhi saraf atau fungsi otak yang berkaitan dengan pendengaran; umumnya tinitus karena sebab ini hanya terjadi pada satu telinga)
  • Tumor jinak pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian yang mengontrol keseimbangan dan pendengaran (acoustic neuroma; biasanya menyebabkan tinitus pada satu sisi telinga saja)
  • Kelainan pada pembuluh darah (menyebabkan tinitus yang sifatnya pulsatil atau berdenyut, termasuk tinitus objektif)
  • Stress dan depresi. Diagnosis ini merupakan diagnosis yang sangat umum jika tes-tes atau pemeriksaan pendengaran menunjukkan hasil normal dan penyebab tinitus lain tidak dapat diidentifikasi.

Tidak ada obat khusus untuk tinitus, yang paling penting adalah menghilangkan pencetus atau menyembuhkan penyebab. Yang dapat saya sarankan untuk Anda adalah menghindari pajanan suara keras, hindari pencetus tinitus seperti kopi, teh, cola, rokok, dan garam. Berolahragalah untuk memperbaiki sirkulasi dan jangan terlalu memikirkan mengenai tinitus yang terjadi, belajarlah untuk mengabaikannya atau mengalihkannya ke hal lain (mendengarkan musik ketika mau tidur misalnya). Pada ruangan yang sepi, suara kipas angin, suara musik atau radio yang pelan dapat membantu menyamarkan bunyi dari tinitus.
Sementara menurut Alo Dokter denging di telinga merupakan salah satu kondisi medis yang disebut sebagai tinnitus, bahasannya mirip-mirip dengan tulisan di atas. Berikut kutipannya:
Tinnitus terjadi jika terdengar suara-suara abnormal yang berasal dari dalam telinga, dan terdengar seperti berdengung, siulan atau suara bising mesin. Denging bisa segera hilang dengan sendirinya atau bertahan lama. 1 dari 100 orang yang mengalami tinnitus bahkan merasakan denging ini benar-benar mengganggu konsentrasi, menyebabkan masalah tidur sampai depresi.

Tinnitus akan makin jelas terasa ketika Anda berada di tempat hening, atau ketika akan tidur. Selain itu, penderitanya dapat lebih sensitif terhadap volume suara yang sebenarnya normal bagi banyak orang. Kondisi tersebut dinamakan hyperacusis.

Jika suara tersebut hanya bisa didengar oleh Anda, berarti Anda mengalami tinnitus subjektif. Kondisi ini bisa dipicu oleh masalah pada telinga luar, tengah, atau dalam. Selain itu, masalah pada saraf pendengaran atau bagian otak yang menerjemahkan sinyal suara juga bisa memicu tinnitus subjektif.

Sedangkan, jika suara-suara tersebut dapat didengar oleh dokter ketika pemeriksaan, berarti Anda mengalami tinnitus objektif. Jenis yang lebih langka ini dipicu oleh masalah pembuluh darah, kondisi tulang telinga dalam atau kontraksi otot.

Penyebab tinnitus dapat dibagi dua, penyebab ringan dan penyebab serius. Berikut ini adalah penjelasannya.

Penyebab ringan, artinya bukan disebabkan oleh penyakit serius, antara lain:
  • Mendengar suara yang sangat keras.
    Pada beberapa kasus, tinnitus dapat menjadi permanen jika penderita mendengar suara keras untuk waktu lama.
  • Efek samping penggunaan obat seperti aspirin, antibiotik, dan kina.
  • Kekurangan zat besi.

  • Infeksi telinga. Jika infeksi diobati, maka tinnitus dapat hilang.

  • Banyak kotoran telinga, menyebabkan kehilangan pendengaran atau iritasi gendang telinga.

  • Cemas atau stres.

  • Penurunan daya pendengaran seiring penuaan, biasanya dimulai dari usia 60 tahun.

  • Postur tubuh, misalnya ketika Anda bangkit dari posisi tidur atau duduk, atau menggerakkan kepala. Gerakkan tersebut mengakibatkan perubahan tekanan pada saraf, otot, atau pembuluh darah di sekitar telinga yang memicu tinnitus.

Penyebab serius, atau disebabkan oleh penyakit serius, antara lain:
  • Adanya tumor di kepala atau leher, sehingga menyebabkan pembuluh darah di kepala atau leher tertekan.
  • Tekanan darah tinggi.

  • Aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah telinga akibat penumpukan kolesterol. Seiring penuaan dan tingginya kolesterol, pembuluh darah utama yang terletak di dekat telinga bagian tengah dan dalam kehilangan elastisitas. Sehingga, aliran darah menjadi lebih kuat dan terdengar oleh telinga.

  • Penyakit Meniere yang diakibatkan tekanan pada koklea, yaitu suatu struktur di telinga bagian dalam. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing atau vertigo, kehilangan pendengaran, dan tinnitus.

  • Tumor neuroma akustik, yaitu tumor jinak yang terjadi pada saraf kranial yang berjalan dari otak ke telinga bagian dalam.

Anda bisa konsultasikan kondisi telinga berdenging kepada dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan). Dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan otoskop untuk memeriksa telinga. Selain itu, dapat dilakukan tes pendengaran (audiometri) untuk melihat kemungkinan adanya gangguan pendengaran. Alat yang digunakan antara lain otoacoustic emissions (microphone yang dimasukkan ke dalam telinga) untuk pemeriksaan pada anak, dan pure tone audiometry (menggunakan headphone) untuk pemeriksaan pada orang dewasa. Pada tes lanjutan dapat pula digunakan scan pada otak.

Langkah berikut juga dapat dilakukan untuk mengurangi denging pada telinga.
  • Relaksasi. Cemas dan stres akan memperparah tinnitus. Berpikirlah positif dan lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.
  • Konsumsi obat antidepresan. Jika stres yang diakibatkan tinnitus tidak mudah dihilangkan dengan relaksasi, Anda dapat mengonsumsi obat antidepresan sesuai anjuran dokter.
Hindari ruang hening karena Anda akan makin jelas mendengar dengingan. Sebaiknya dengarkan suara-suara yang lebih nyaman dan menyenangkan untuk Anda dengan volume yang rendah. Ini akan membantu untuk mengalihkan pendengaran Anda. Lakukan pula ketika akan tidur. Gunakan alat bantu dengar. Setelah berkonsultasi dengan dokter, Anda mungkin dapat menggunakan alat bantu dengar. Dengan menggunakannya, suara normal akan terdengar lebih jelas dan mengalahkan suara dengingan. Alat ini ditujukan untuk mereka yang memiliki gangguan pendengaran seperti tinnitus, atau bahkan tuli.
Jika Anda mengalami telinga berdenging, periksakan ke dokter THT agar penyebabnya bisa diketahui, diobati dan tidak menjadi makin parah.Mencoba analisa sendiri penyebab kondisi dengung di kepala yang saya alami, kemungkinan besar karena stress atau kurang tidur. Karena kebetulan memang akhir-akhir ini kerjaan menumpuk dan semua berebut ingin diselesaikan secepatnya.

Setelah menemukan kemungkinan penyebab suara berdenging di telinga, saya coba mengikuti saran yang ada, tidur cukup, mengabaikan pekerjaan untuk sementara waktu untuk mengurangi tingkat stress, menghindari keheningan dengan menghidupkan krucuk krucuk di kolam yang kebetulan berdampingan dengan kamar tidur.

Alhamdulillah, setelah sekitar satu minggu melakukan terapi di atas, gangguan suara di dalam tubuh menghilang begitu saja. Bagi Anda yang mengalami hal serupa, bisa jadi beda penyebab maupun penanganannya. Lebih afdol konsultasikan kepada ahlinya.

Begitu? Salam hangat dari Jogja