Cara Mudah Menuju Ikhlas, Resensi Buku

CARA MUDAH MENUJU IKHLAS
Penulis: Syaikh ‘Abdul sin Al-‘Abbad &
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Munajjid
Resensi oleh: SaRtOnO
Cara Mudah Menuju Ikhlas, Resensi Buku
Ilustrasi: Buku Cara Mudah Menuju Ikhlas

Amal-amal hati menentukan bagus dan rusaknya amal badan. Dan ikhlas merupakan amal hati yg paling pertama & utama, paling penting, paling tinggi & merupakan pondasi dari seluruh amal.

Definisi ikhlas:
  • Beramal untuk Allah semata, tidak ada bagian untuk selain Allah;
  • Melakukan ketaatan dg tujuan semata-mata menunaikan hak Allah;
  • Membersihkan amal dari perhatian makhluk;
  • Membersihkan amal dari segala hal yg menodainya.
Ikhlas adalah mentauhidkan tujuan ibadah hanya kepada Allah.

Urgensi ikhlas:
  1. Ikhlas merupakan syarat amal agar diterima
    Ibadah tidak akan diterima bila tidak disertai dua syarat, Ikhlas (murni karena Allah) & Ittiba’ (tatacara mengikuti teladan Rosulullah).
  2. Ikhlas adalah pondasi dari kesuksesan dunia & akhirat.
    Ikhlas pun laksana ruh bagi jasad, sehingga amal tanpa ikhlas ibarat jasad yg mati, tanpa ruh di dalamnya.
Selain ikhlas bertempat di hati, ikhlas juga sekaligus menjadi benteng hati. Ini sesuai dengan sabda Rosulullah SAW:
“Ingatlah, bahwa sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh jasadnya & apabila ia buruk, maka buruklah seluruh jasadnya. Ingatlah, bahwa ia adalah hati” (Muttafaq ‘Alaih).

Ikhlas dalam berdo’a berarti seorang hamba hanya berdo’a kepada Allah saja, tidak menyekutukan-Nya dg sesuatu apapun. Adapun ikhlas dlm menuntut ilmu, sebagaimana dikatakan Ibnu Mas’ud: “Jangan kalian belajar ilmu karena 3 hal; (1) untuk bermegah-megah di hadapan orang bodoh; (2) untuk berdebat dg para fuqaha; (3) untuk memalingkan wajah manusia agar memperhatikan kalian. Akan tetapi, carilah apa yg ada pada sisi Allah dg ucapan & perbuatan kalian; karena apa yg ada pada sisi Allah itu kekal, sedangkan apa yg ada pada selainnya akan lenyap.”
Dengan begitu pentingnya ikhlas dalam setiap ibadah & aktivitas lainnya, maka kita harus termotivasi untuk ikhlas, sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Al-Qur’an tentang keutamaan ikhlas ini, diantaranya: QS. Az-Zumar:2&14; QS. An-Nisaa’:146; QS. Al-An’am:162-163; QS. Al-Kahfi:110; serta beberapa sabda Rasulullah SAW.

Agar ikhlas ini tidak digerogoti oleh penyakit riya’ (ingin dilihat orang), maka kita harus terus berusaha untuk:

  1.  Zuhud, meninggalkan/tidak menginginkan apa-apa yg dimiliki manusia, baik berupa pemberian, pujian & sanjungan; dan 
  2. Memaksa diri untuk menyembunyikan amal-amal perbuatannya.


Faidah-Faidah Ikhlas:
  1. Kemudahan segala urusan & lenyapnya kedukacitaan di dunia;
  2. Mendatangkan pahala yg besar di sisi Allah;
  3. Selamat siksa yg besar di Hari Pembalasan;
  4. Terhindar dari pertanyaan Allah kepada orang yg riya’;
  5. Menyelamatkan manusia dari terhalang/berkurangnya pahala;
  6. Ikhlas merupakan pondasi amal hati & amal badan;
  7. Menyelamatkan kita dari segala posisi kita dalam kehidupan;
  8. Menjadikah hal-hal yg mubah menjadi ibadah, yg membawa pelakunya kepada derajat yg tinggi;
  9. Menghilangkan dengki & dendam kesumat;
  10. Penyebab turunnya ampunan Allah atas dosa-dosa kita;
  11. Penyebab turunnya pertolongan Allah atas permasalahan berat yg kita hadapi;
  12. Akan dikaruniai hikmah, pandangan mata hati yang tajam & diberi taufik untuk melakukan tindakan yg tepat & benar;
  13. Akan dikaruniai pahala yg besar hingga mencapai derajat syuhada & orang-orang yg berjihad, meski ia meninggal di ranjang;
  14. Akan dikaruniai pahala, sekalipun ia keliru, seperti seorang mujtahid;
  15. Akan diselamatkan dari berbagai fitnah;
  16. Pintu langit akan dibuka bagi orang yg ikhlas dlm bertauhid;
  17. Orang yg ikhlas dlm sujud akan dinaikkan derajatnya & dihapus kesalahannya;
  18. Orang yg ikhlas berpuasa akan diampuni dosa yg telah lalu;
  19. Orang yg ikhlas dalam Qiyamulail akan diampuni dosa yg telah lalu;
  20. Tujuh olongan orang yang ikhlas yang akan dinaungi Allah SWT di hari Akhir: 1) Pemimpin yg adil; 2) Pemuda yg tumbuh dlm beribadah kepada-Nya; 3) Lelaki yg hatinya selalu terpaut kepada masjid; 4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah; 5) Orang yang diajak berbuat keji oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan & cantik, lalu ia berkata “sesungguhnya aku takut kepada Allah”; 6) Orang yg menyembunyikan shodaqohnya hingga tangan kirinya tidak tahu terhadap apa yg disodaqohkan oleh tangan kanannya; 7) Seseorang yg mengingat Allah di saat sendiri lalu mengalirlah air matanya.
  21. Buah keikhlasan orang yg menuju masjid, yaitu tidak ada motivasi lain selain sholat;
  22. Buah keikhlasan orang yg meminta mati syahid, maka akan diangkat pada derajat para syuhada;
  23. Buah keikhlasan orang yg mengikuti jenazah hingga kubur, ia akan mendapat pahala sebesar dua Gunung Uhud;
  24. Buah keikhlasan orang yg sungguh-sungguh bertaubat, dosanya akan diampuni;
  25. Buah keikhlasan seorang yg berilmu namun tidak berharta, lalu ia merindukan untuk beramal dg hartanya, maka dia mendapat pahala penuh dari niat & amalnya;
  26. Buah keikhlasan para Nabi & pendahulu yg shalih, maka mereka menjadi acuan & teladan kebaikan generasi setelahnya.

Beratnya ikhlas tercermin dari beberapa perkataan salaf sbb:
  • Ikhlas itu melupakan pandangan makhluk dg selalu memandang Allah;
  • Ikhlas itu memusatkan diri untuk menunaikan hak Allah sebagai tujuan hati & ketaatan badan;
  • Ikhlas itu kesamaan antara perbuatan lahir dengan perbuatan bathin (hanya untuk Allah);
  • Ikhlas itu suatu rahasia antara seorang hamba dengan Allah;
  • Ikhlas itu engkau tidak menuntut seorangpun untuk menjadi saksi atas perbuatanmu kecuali Allah;

Terkait masalah niat dan ikhlas, maka amal terbagi menjadi 3:
  1. Ada amal-amal yang disunnahkan untuk disembunyikan.
  2. Ada amal-amal yang disunnahkan untuk dinampakkan;
  3. Ada amal-amal yang dapat dinampakkan atau disembunyikan. Jika ia cukup kuat untuk menanggung pujian atau celaan manusia, maka amal tsb boleh dinampakkan. Namun jika ia tidak cukup kuat utk menanggungnya, maka hendaklah diembunyikan. Menurut Ibnu Qudamah, dibolehkan menampakkan amal jika terdapat manfaat darinya, yaitu agar dapat diikuti orang lain.Di samping itu, ada amaln yg tidak mungkin disembunyikan seperti haji & jihad.

Sedangkan jika seseorang meninggalkan suatu perbuatan baik karena takut riya’, maka ia telah terpeleset. Al-Fudhhail bin ‘Iyadh berkata: “meninggalkan suatu perbuatan karena manusia adalah riya’, sedangkan beramal karena manusia itu syirik. Adapun ikhlas, adalah apabila Allah menyelamatkanmu dari kedua hal itu.”

Tingkatan amal berkaitan dg ikhlas:
  • Tingkatan I: Seseorang beramal karena Allah semata, tidak berpaling kepada selain-Nya;
  • Tingkatan II: Seseorang beramal karena Allah & ia berpaling kepada sesuatu yg dibolehkan;
  • Tingkatan III: Seseorang berusaha beramal karena Allah semata, namun ia berpaling kepada sesuatu yg tidak dibolehkan seperti riya’, sum’ah, ingin pujian manusia, mencari prestise dan yg serupa;
  • Tingkatan IV: seseorang beramal hanya untuk dunia saja, maka dia hanya mendapatkan dunia;
  • Tingkatan V: Seseorang beramal semata-mata riya’. Dengan bgitu, amalnya batal sekaligus pelakunya berdosa.

Tanda & kiat untuk mencapai ikhlas:
  • Memiliki semangat yg menggelora untuk beramal karena & untuk Allah;
  • Amal sembunyi-sembunyi lebih besar dari amal yg dilakukan terang-terangan;
  • Bersegera dlm setiap amal shalih & senantiasa berharap pahala-Nya;
  • Sabar, tangguh dlm menanggung ujian & tidak suka mengeluh;
  • Gemar menyembunyikan amal shalih;
  • Tetap menyempurnakan amal shalihnya ketika ia lakukan secara tersembunyi;
  • Memperbanyak amal shalih yg dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Akhirnya, apapun amal perbuatan yg kita lakukan, maka Allah akan memberinya berdasarkan niatnya. Untuk itu, ada pendapat yg perlu kita renungkan dari Ibnu Yahya bin Abi Katsir: “Pelajarilah niat, karena niat lebih berat daripada amal”.

*** SEMOGA BERMANFAAT ***
Previous
Next Post »